Seloliman, 27 Mei 2008
Nomor : HR-WY/Eks/115/V/08
Perihal : Undangan
Kepada Yth
Bapak/Ibu/Sdr/i
Â…Â…Â…Â…Â…Â…Â…Â…Â…..
Â…Â…Â…Â…Â…Â…Â…Â…Â…..
Â…Â…Â…Â…Â…Â…Â…Â…Â…..
Di tempat
Dengan Hormat,
Dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman mengemas dalam kegiatan Geprak Bambu (Gelar Program dan Aksi Bambu ). Kegiatan ini sebagai upaya pelestarian lingkungan, khusunya tanaman bambu dan berbagai manfaat terhadap konservasi alam, serta kearifan budaya bambu dalam tata nilai kehidupan sosial.
Sehubungan dengan hal tersebut PPLH Seloliman bermaksud mengundang Bapak/Ibu/Sdr (i) untuk menghadiri acara Geprak Bambu dalam rangka peringatan Hari Lingkungan yang akan diselenggarakan pada:
Hari : Rabu-Kamis
Tanggal : 4-5 Juni 2008
Waktu : Pukul 09.00 WIB s/d selesai
Tempat : Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman
Acara : a. Sarasehan dengan tema "Manfaat bambu dalam pelestarian lingkungan
dan kearifan budaya lokal"
b. Pertujukan seni budaya yang mengangkat nilai bambu.
c. Aksi penanaman bambu dan selamatan lingkungan.
Demikian undangan yang dapat kami sampaikan, besar harapan kami Bapak/Ibu/Sdr/i dapat hadir dalam kegiatan tersebut.Atas perhatian dan partisipasinya kami haturkan banyak terima kasih.
Hormat kami,
Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup
(PPLH) Seloliman
Harmi Fepri Hendarti
Koordinator Kegiatan
HP 081 334 92 02 34
Torm of Referendum (TOR)
GEPRAK BAMBU DALAM PEKAN LINGKUNGAN 2008
Gelar Progam dan Aksi Bambu Dalam Rangka Memperingati Hari Lingkungan
Pusat Pendidikan Lingkumgan Hidup
PPLH Seloliman Trawas Mojokerto Jawa Timur
"Keteledoran terhadap lingkungan di masa lalu bukanlah sesuatu yang patut di ulang"
I. Latar Belakang
Efek pemanasan global (Global Warming) dan perubahan iklim (Climate cange) terhadap kondisi lingkunga saat ini semakin memprihatinkan. Upaya menjaga kelestarian alam dan lingkungan akan mempercepat pemulihan keseimbangan alam, beserta ekosistem yang ada di dalamnya. Selain penanaman pohon, tanaman bambu dapat menjadi pilihan yang cermat, mengingat manfaatnya dalam konservasi alam maupun di kehidupan sosial masyarakat.
Penanaman bambu dengan tujuan konservasi alam sangat efektif untuk reboisasi wilayah hutan terbuka, akibat penebangan dan pembukaan lahan karena pertumbuhan rumpun yang sangat cepat serta mampu memperbaiki sumber tangkapan air. Di kehidupan masyarakat, Bambu banyak digunakan di masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari meliputi kebutuhan pangan (rebung), konstruksi, kebutuhan rumah tangga dan kerajinan, serta kebutuhan adat istiadat (upacara adat Hindu,Budha,Suku Jawa, dll.).
Bambu merupakan produk hutan non kayu yang telah dikenal bahkan sangat dekat dengan kehidupan masyarakat umum. Pertumbuhannya ada di sekeliling kehidupan masyarakat. Bambu termasuk tanaman Bamboidae anggta sub familia rumput yang memiliki keanekaragaman jenis sekitar 1250-1500 jenis, dan 154 jenis ada di Indonesia (Wijaya et al,2004)
Berdasarkan data dari EBF (Envirnmental Bamboo Foundation) Bambu sebagai bahan bangunan di masa depan,sebab dalam waktu 3 tahun 1/3 rumpun bias di panen dan memiliki sifat ½ tanaman keras. Dalam beberapa minggu, tunas baru akan tumbuh tanpa penanaman ulang,dan tidak mengakibetkan tanah longsor atau hilangnya penyerapan karbon. Studi menunjukkan bahwa 1ha tanaman bamboo mampu menyerap 12 ton CO2 (Karbondiaksida) dari udara,serta bonus sifat-sifat bambu yang unggul dalam konservasi air yakni mempu mnyerap air hujan hingga 90%.
Uraian di atas dapat menjelaskan menfaat dan pentingnya bambu bagi keberlangsungan kehidupan sosial, budaya dan penyelamatan ligkungan. Bersama masyarkat, budayawan, seniman, dan pecinta lingkungan, serta dinas terkait, PPLH berharap mampu memberi sumbangan kecil sebagai percikan semangat bagi tiap lapisan masyarakat untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan tanaman bambu serta melestarikan lingkungan.
II. Tujuan
1. Menumbuhkan minat masyarakat untuk menanam bamboo sebagai aksi konservasi, serta peningkatan perekonomian masyarakat atau petani.
2. Menyelamatkan plasma nuftah keanekaragaman jenis bambu yang ada di Indonesia.
3. Pemenuhan bahan (Bambu) untuk keberlangsungan seni dan budaya, terkait dengan penggunaan bambu dalam upacara adapt istiadat dan kearifan lokal.
4. Menyumbangkan sebentuk upaya untuk pemulihan lingkungan dari efek pemanasan global dan climate cange.
5. Pemersatu masyarakat berdasar rumpun bambu.
III. Hasil yang di harapkan
1. Adanya pengakuan masyarakat terhadap bamboo sebagai sarana kearifan tradisional yang mengandung nilai luhur di kehidupan sosial.
2. Adanya pembelajaran tentang manfaat bambu bagi lingkungan dan budaya
3. Adanya komitmen bersama untuk pelestarian dan pengembangan tanaman bambu
IV. Nama Kegiatan
Kegiatan di kemas dalam pecan lingkungan, dan di dalamnya terdapat suatu bentuk progam yang mengangkat nilai bambu yang di beri nama "Geprak Bambu"
Adapun kegiatannya meliputi:
- Berkarya seni Green art,progam sehari untuk pelajar
- Sarasehan"Manfaat bambu bagi lingkungan dan kearifan budaya lokal"
- Pertnjukan Seni Budaya
- Aksi bersama (penanaman bambu)
- Tumpengan sebagai bentuk selamatan bagi lingkungan
VI. Target Sasaran
- Seniman / pelaku budaya
- Pecinta seni
- Akademisi
- Petani dan masyarakat Umum
- Dinas kehutanan
- Dinas pariwisata
- Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan
VII. Waktu dan Tempat
- Eksplorasi Seni oleh Mahasiswa Penciptaan,Program Pasca Sarjana Institut Seni Indonesia, ISI Surakarta
Hari/Tgl : Minggu s/d Selasa, 1-3 Juni 2008
Tempat : Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup,PPLH seloliman Trawas Mojokerto,Jawa Timur
- Progam sehari "Berkarya seni Green Art" untuk pelajar tingkat SMP/SMU/SMK
Hari/Tgl :Selasa, 3 Juni 2008
Tempat : Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup
- Geprak Bambu: Sarasehan dan pertunjukan seni Budaya
· Sarasehan "Manfaat Bambu bagi lingkungan dan Kearifan Budaya Lokal"
Hari/Tgl : Rabu,4 Juni 2008
Waktu :08.00-13.30 WIB
Tempat :Ruang seminar Pusat pendidikan Lingkungan Hidup.
· Pertunjukan Seni Budaya
Hari/Tgl:Rabu, 4 Juni 2008
Waktu :15.00-12.00 WIB
Tempat :Pusat Pendidikan Lingkugan Hidup
- Aksi Bersama Penanaman Bambu dan tumpenganselamatan lingkungan
Hari/Tgl :Kamis,5 Juni 2008
Waktu :08.00-20,00
Tempat :Bantaran sungai dekat lokasi PPLH Seloliman Trawas Mojokerto
VIII. Jadwal Kegiatan Geprak Bambu
| Tanggal | Waktu (WIB) | Kegiatan | Tempat |
| 4 Juni 2008 | | | |
| Sarasehan | 07.00-08.00 | Registrasi peserta | Pendopo PPLH Seloliman |
| | 08.00-09.00 | Welcome Drink | Restoran PPLH Seloliman |
| | 09.00-09.30 | Pembukaan oleh Direktur Eksekutif PPLH Seloliman dan Ketua Panitia | Ruang Seminar PPLH Seloliman |
| | 09.30-10.00 | Sesi 1:Filosofi Bambu oleh Wahyudi,Seniman dan Pemerhati Budaya (TV Angkasa Mojokerto) | Sda,(sama dengan atas) |
| | 10.00-10.30 | Sesi 2: Bambu dan Seni Budaya oleh Prof.Dr.Waridi,M.Hum (Direktur Pasca Sarjana ISI Surakarta) | Sda. |
| | 10.30-11.15 | Sesi 3: Bambu dan Konservasi Lingkungan oleh R. Pramiga Aditia (Bambu Aji Foundation,Padepokan Bumi Pakarti Aji Pacet Mojokerto) | Sda. |
| | 11.15-12.30 | Diskusi Panel dan tanya jawab | Sda. |
| | 12.30-13.00 | Komitmen bersama terhadap gerakan bambu | Sda. |
| | 13.00-14.00 | Makan Siang | Restoran PPLH Seloliman |
| | 14.00-15.30 | Break | |
| Pertunjukan Seni Budaya | 15.15-17.00 | Pertunjukan Seni budaya: musik dan tari serta psrtunjukan seni tradisional. – 20 Mahasiswa Pencipta / S-2 ISI Surakarta – Sanggar Alang-alang Surabaya – Hery Biola – Tcucuk (siter) – Segenap seniman lokal | Ruang Luar PPLH Seloliman |
| | 17.00-18.00 | Break | |
| | 18.00-1900 | Makan Malam | Restoran PPLH Seloliman |
| | 19.00-21.00 | Pertunjukan Seni Budaya(lanjutan) | Ruang Luar PPLH Seloliman |
| 5 Juni 2008 | | | |
| | 06.30-08.00 | Aksi Penanaman/pembibitan Bambu,dengan pengantar budidayanya | Bantaran sungai dekat lokasi PPLH Seloliman |
| | 08.00-09.00 | Tumpengan, Selamatan untuk lingkungan | |